Rabu, 26 November 2014

FLASH FICTION-Kelas Hargai Hidup

FLASH FICTION
Kelas Hargai Hidup

Anak muda zaman ini tak menghargai kehidupan. Masalah kecil sedikit, langsung bunuh diri. Tren bunuh diri karena cinta mewabah. Dibutuhkan "Kelas Hargai Hidup". Karena manusia akan menghargai kehidupan ketika ia mendekati kematian.

Faktanya: Manusia akan mati dengan cara gantung diri membutuhkan waktu 18 detik. Waktu yang paling lama dibandingkan dengan cara mati lainnya. Dan tak seperti bunuh diri dengan racun tikus, ditabrak kereta atau pistol, bunuh diri dengan cara digantung hampir tak menyebabkan banyak cidera.

Untuk menghargai kehidupan dan menghilangkan tren bunuh diri, Gea, seorang guru BP mempunyai ide untuk menggantung murid-muridnya selama kurang dari 10 detik. Dengan begitu murid bisa belajar merasakan kengerian mendekati kematian dan bisa menghargai kehidupan.

Setelah itu selesai digantung, anak-anak akan mulai mendiskusikan perasaan mereka ketika mendekati kematian.Bagaimana mereka mensyukuri napas yang diberikan sang kuasa, bagaimana ia mensyukuri kehidupan bersama kawan-kawan dan takut akan kematian.

Tapi banyak anak-anak justru tidak suka pelajaran seperti ini. Karena tak semua siswa butuh untuk digantung, tak semua siswa stress dan ingin bunuh diri. Bagi siswa yang normal, pelajaran ini hanya seperti sebuah penyiksaan saja. Murid banyak yang kesal pada Gea sang guru.

Suatu hari, sang guru sendiri patah hati. Begitu kejam suaminya meninggalkan dirinya hanya karena dia tak bisa punya anak. Suami selingkuh. Ia pun dimusihi oleh banyak guru lain karena tingkahnya yang aneh. Hanya karena dia anak kepala sekolah, guru-guru lain selalu coba menerima terobosan yang dilakukan Gea.

Gea semakin stress ketika dia sakit, dan tak ada satu pun orang yang menjenguknya. Gea akhirnya coba gantung diri di kelasnya sendiri, di depan murid-muridnya. Tapi murid yang kesal justru membiarkannya Mereka pergi keluar begitu saja dari kelas, membiarkan Gea tergantung lebih dari 18 detik.

Akhirnya, Gea tergantung di kelas hingga esok. Tak ada bukti ia dibunuh, karena memang ia melakukannya sendiri. Gea dianggap meninggal bunuh diri.. dan pelajaran ini dihapus.
"diikutsertakan dalam Flash Fiction Pipet"